medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Walhi : Pabrik Semen Sebabkan 30 Warga Meninggal

Published in Nasional
Selasa, 26 April 2016 22:40
  • Email
Tambang Kapur PT Semen Indonesia di Tuban, Jawa Timur {Gambar : Amir Tejo} Tambang Kapur PT Semen Indonesia di Tuban, Jawa Timur {Gambar : Amir Tejo}

Medialingkungan.com – Dalam kurun waktu 45 hari, 30 warga Desa Karanglo telah meninggal dunia. Berdasarkan keterangan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), menyatakan bahwa kematian beruntun para warga di kawasan tersebut diduga oleh adanya aktivitas pertambangan semen di Tuban, Jawa Timur.

Seperti yang dilansir oleh Ony Mahardika selaku Direktur Eksekutif Walhi Jawa Timur, Rabu (20/4) bahwa kematian para korban disebabkan adanya pencemaran udara di sekitar kawasan tambang semen sehingga menyebabkan penyakit pada saluran pernafasan dan hal ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Letak Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, berada di sebelah selatan sedangkan pabrik milik PT. Semen Indonesia berada di utara. Hembusan angin laut yang mengarah ke selatan membawa asap dan abu ke arah desa sehingga mengganggu suplai udara segar warga desa dan berdampak terjadinya gangguan saluran pernafasan warga.

Tingkat penderita akibat pencemaran udara yang dihimpun oleh Walhi pada tiga desa yaitu Karanglo, Temandang dan Sumberarum menunjukkan terjadinya peningkatan sebanyak 1.775 warga pada tahun 2013, sempat menurun di tahun 2014 sebanyak 1.656 warga dan kembali meningkat di tahun 2015 sebanyak 2.058 warga.

Sekretaris perusahaan PT. Semen Indonesia Tbk, Agung Wiharto seperti yang di lansir Mongabay, mengaku keberatan mengenai banyaknya warga meninggal dunia akibat pencemaran udara oleh aktivitas pertambangan di Tuban. Informasi yang diperoleh Agung Wiharto dari Pemkab Tuban menunjukkan data yang meninggal dunia akibat penyakit saluran pernafasan sebanyak 2 orang dan beberapa orang lainnya yang meninggal disebabkan oleh penyakit diabetes mellitus dan kecelakaan.

Pihak tambang PT. Semen Indonesia sangat tegas dalam menangani tingkat polusi akibat aktivitas pertambangan di perusahaannya. Terbukti dengan dipasangnya alat canggih penangkap debu hingga 99% bernama electrostatic precipitator (EP). “Nilai ambang batas debu yang telah ditetapkan adalah 80 mg normal/meter kubik, sedangkan nilai yang ada saat ini hanya 40 mg/meter kubik dan masih jauh di bawah ambang batas. Pihak Walhi perlu melakukan pengecekan data bersama pihak PT. Semen Indonesia agar tidak terjadi gesekan antar dua pihak,” tambah Agung. {Suterayani}

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini