medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

WALHI: 65 Izin Usaha Pertambangan Bengkulu Bermasalah

Published in Nasional
Selasa, 17 Mei 2016 15:27
  • Email
Tambang Batubara di Bengkulu Utara (Gambar: Mongabay) Tambang Batubara di Bengkulu Utara (Gambar: Mongabay)

Medialingkungan.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) sebut 65 Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Bengkulu bermasalah karena belum berstatus “Clean and Clear (CnC)” menurut Peraturan Menteri ESDM No. 43 Tahun 2015 tentang Tata Cara Evaluasi Penerbitan Izin Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Berdasarkan data yang diolah Koalisi Antimafia Tambang, masih ada 65 izin pertambangan yang belum CnC di wilayah Bengkulu, sedangkan dari 5.000 pemegang IUP yang teridentifikasi oleh KPK sebanyak 3.966 IUP bermasalah dan juga masuk kedalam kategori bersih dan tidak tuntas (non CnC).

Direktur WALHI Bengkulu, Beni Ardiansyah mengungkapkan izin usaha pertambangan yang bermasalah tersebut terkait persoalan administrasi, wilayah hingga finansial.

“Berdasarkan koordinasi dan supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, ada 65 izin di Bengkulu yang masih bermasalah," ungkap Beni seperti yang dilansir oleh Antara.com

Ia mengatakan izin yang bermasalah dari sisi administrasi dan wilayah tersebut sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu Selatan dan Kabupaten Bengkulu Utara. “Persoalan administrasi terkait proses perizinan dan kelengkapan dokumen dan jaminan reklamasi, sedangkan persoalan wilayah adalah terkait izin konsesi yang berada dalam kawasan hutan konservasi," tambahnya.

Berdasarkan pemetaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan IUP di wilayah Bengkulu memasuki kawasan hutan konservasi seluas 5.158 hektar, sedangkan pertambangan yang berada dalam kawasan hutan lindung mencapai 113 ribu hektar. {Dedy}

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini