medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Tambang Pasir Susahkan Petani di Bantul

Published in Nasional
Senin, 18 April 2016 12:31
  • Email
Ilustrasi Aktivitas Penambangan Pasir. {Gambar : VivaNews} Ilustrasi Aktivitas Penambangan Pasir. {Gambar : VivaNews}

Medialingkungan.com - Pemerintah Desa Gadingsari di kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul saat ini tengah menggencarkan pencegahan tambang yang merebak di kawasan Pantai Selatan Bantul. Sebanyak 4 titik area lahan pasir dikawasan tersebut menjadi kawasan penambangan, tiga titik diantaranya tersebar di Desa Gadingsari dan 1 titik lagi terdapat di Desa Gadingharjo, Sanden.

Kepala Seksi (Kasi) Pemerintah Desa Gadingsari, Sanden Suharjana mengungkapkan bahwa saat ini penambangan pasir di kawasan pantai selatan mulai bermasalah dengan air di area pertanian karena tidak dapat bertahan lama merendam tanaman karena cenderung menuju ke dataran rendah.

“Area yang ditambang itu kan lebih rendah dari pada lahan lainnya, jadi air yang ada di lahan habis karena tumpah ke lahan lebih rendah itu,” ujar Suharjana seperti yang dikutip dari Harianjogja.com, Senin (18/04).

Ketua Kelompok Tani Dusun Patehan, Gadingsari, Sanden Sumartono membenarkan tergerusnya air di lahan pertanian warga akibat tambang pasir. “Jelas dampak lingkungannya sudah terasa, airnya habis,” tutur dia.

Akibat masalah tersebut, saat ini sebagain besar petani mengandalkan air dari sumur bor untuk tanaman pertanian mereka. Keberadaan tambang di kawasan pantai selatan Bantul membuat air irigasi tidak dapat menjangkau seluruh wilayah pesisir dan kian menambah beban petani yang selama ini harus mengeluarkan biaya dan tenaga ekstra untuk memompa air guna mengaliri lahan pertanian. {Dedy}

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini