medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Mulai Ditolak Berbagai Negara, Indonesia Harus Tinggalkan Batu Bara

Published in Nasional
Senin, 25 Januari 2016 19:14
  • Email
(Gambar: Ekonominews.com) (Gambar: Ekonominews.com)

Medialingkungan.com – Greenpeace mengungkapkan tidak ada lagi alasan pembenar bagi Indonesia untuk terus menerbitkan izin tambang batu bara. Indonesia, menurut Greenpeace harus segera meninggalkan visi membangun negara pada sumber energi fosil tersebut karena  sedang ramai ditolak oleh berbagai negara dan pasar.

Melalui siaran persnya, Greenpeace Indonesia mengatakan Vietnam sebagai satu-satunya Negara di Asia Tenggara dengan rencana ambisius untuk pembangkit listrik tenaga batu bara baru dari Indonesia akan merevisi kembali rencana pemgembangan energinya dengan menghentikan pembangunan pembangkit batubara baru.

Selain itu, permintaan batubara China telah jatuh selama lebih dari dua tahun dan diprediksi akan terus berlanjut. Permintaan India untuk batubara impor juga jatuh dan tenaga surya menjadi lebih murah daripada pembangkit batubara baru di negara ini.

“Dengan pasar yang menyusut, kejatuhan harga, dan potensi peningkatan pasokan batu bara dari China, Indonesia sedang mengejar kebijakan yang tidak masuk akal untuk terus menambang dan mengekspor batu bara ke dunia yang tak lagi membutuhkan batu bara,” tegas Arif Fiyanto, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Asia Tenggara.

Arif menjelaskan Indonesia perlu mencontoh China dan Amerika Serikat dalam hal menetapkan moratorium tambang batu bara agar dapat menawarkan masa depan bebas polusi bagi masyarakat.

“Tetangga dan mitra dagang kita telah menunjukan bahwa batu bara tak diperlukan untuk mengembangkan ekonomi. Jika pemerintah terus bertekuk lutut atas kepentingan batu bara, negara yang indah ini akan berubah menjadi gurun beracun yang menghasilkan jauh lebih sedikit sumber daya alam, juga menarik lebih sedikit pembeli,” tutup Arif. {Irlan}

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini